Dongeng Pengantar Tidur BayiKoleksi cerita & aplikasi
Kembali ke koleksi
Rahasia Musim Gugur di Kebun Buah

Rahasia Musim Gugur di Kebun Buah

Di sebuah kebun yang hangat dan tenang, Maya kecil dan kakeknya menemukan sebuah rahasia kecil di antara apel dan daun-daun yang gugur. Dengan seekor rubah merah yang ingin tahu dan sebuah apel yang malu-malu yang berpendar, mereka belajar bahwa dengan berbagi dan menanam biji, kebun itu bisa menyimpan kenangan dan merawat kehidupan baru.

Cerita lainnya3-6 tahun8 halaman≈ 2 menit membaca
Koleksi cerita1 / 8
Sebuah Awal yang Lembut · 1
01 / 08

Maya menyukai musim gugur. Kebun buah berbau apel dan daun-daun yang gugur.

Rahasia Musim Gugur di Kebun Buah · 2
02 / 08

Kakeknya berjalan bersamanya. Ia membawa keranjang anyaman untuk memetik buah.

Rahasia Musim Gugur di Kebun Buah · 3
03 / 08

Daun-daun berubah menjadi emas dan merah anggur. Ketika angin bertiup, pepohonan berbisik pelan.

Rahasia Musim Gugur di Kebun Buah · 4
04 / 08

Seekor rubah merah mengintip dari balik batang pohon. Maya menemukan sebuah apel kecil yang tampak berpendar.

Rahasia Musim Gugur di Kebun Buah · 5
05 / 08

Ketika angin sepoi lewat, apel itu berbisik sebuah rahasia kecil. Kakek condong mendekat untuk mendengarkan.

Rahasia Musim Gugur di Kebun Buah · 6
06 / 08

Mereka mengikuti petunjuk kecil: jejak kulit biji dan kelopak yang berserakan. Rubah itu berjalan tenang di sisi mereka, ringan di kakinya.

Rahasia Musim Gugur di Kebun Buah · 7
07 / 08

Di tengah kebun, mereka menemukan sepetak kecil tempat biji. Bersama-sama mereka menanam sebuah biji dan membuat sebuah harapan.

Sebuah Janji untuk Kembali · 8
08 / 08

Maya dan kakeknya pulang bergandengan tangan. Kebun itu menyimpan rahasianya, dan setiap musim semi ia akan melahirkan cerita-cerita baru.

Baca cerita lengkap

Maya menyukai musim gugur. Kebun buah berbau apel dan daun-daun yang gugur.

Kakeknya berjalan bersamanya. Ia membawa keranjang anyaman untuk memetik buah.

Daun-daun berubah menjadi emas dan merah anggur. Ketika angin bertiup, pepohonan berbisik pelan.

Seekor rubah merah mengintip dari balik batang pohon. Maya menemukan sebuah apel kecil yang tampak berpendar.

Ketika angin sepoi lewat, apel itu berbisik sebuah rahasia kecil. Kakek condong mendekat untuk mendengarkan.

Mereka mengikuti petunjuk kecil: jejak kulit biji dan kelopak yang berserakan. Rubah itu berjalan tenang di sisi mereka, ringan di kakinya.

Di tengah kebun, mereka menemukan sepetak kecil tempat biji. Bersama-sama mereka menanam sebuah biji dan membuat sebuah harapan.

Maya dan kakeknya pulang bergandengan tangan. Kebun itu menyimpan rahasianya, dan setiap musim semi ia akan melahirkan cerita-cerita baru.